Thursday, 4 April 2013

Paragraph 12



            You Belong To Me - Rejoice


“ Ada apa ini? “ Shiori bertanya kepada salah seorang security yang tengah berlarian. Mereka terlihat panik. Terlihat dari nafas mereka yang tersenggal-senggal dan tatapan mata mereka yang kengerian.

“ Ada kejadian apa? Apakah ada kebakaran? “ sambung Richard sambil mengendus-endus udara, mencari sesuatu yang terbakar. Kalau memang iya, dia harus segera menyingkirkan Shiori dari gedung ini secepatnya.

Security berpawakan tegap itu berusaha mengatur nafasnya. Ia telah berlari dari 3 lantai basement, jauh dari lantai utama mereka berpijak sekarang.

“ Nyonya Hayami… Pak Masumi… Pak Masumi sepertinya bunuh diri. Ia terlihat melompat dari atas gedung ini. Pihak keamanan CCTV melihatnya dan mereka langsung berteriak lewat walkie-talkie yang saya pegang ini. Maaf, saya harus segera menyusul yang lain. Saya harus ke lapangan parkir di bagian barat, mereka memperkirakan tubuh Pak Masumi berada disana. Permisi, Nyonya… “

Dan ia pun segera berlari sekuat tenaga menuju tempat yang tadi ia sebutkan. Beberapa karyawan wanita yang telah mengetahuinya sibuk menghubungi paramedic sambil menangis dengan panik. 

Bahkan ada yang langsung pingsan di tempat begitu ia mengetahui kejadian apa yang tengah berlanjut. Mereka menerka-nerka dengan acak, mengira bahwa Pak Masumi sudah begitu terlalu mencintai Bidadari Merah hingga kehilangan akal sehatnya.

Sekali lagi… Bidadari Merah, bukan Maya Kitajima. Mereka belum mengetahui fakta yang terjadi sebenarnya dilapangan.

Shiori langsung syok mendengarnya. Ia merasa seperti berada diatas lubang hitam yang amat pekat dan siap menelannya saat ini juga. Beruntung Richard langsung menangkap tubuhnya dan membantunya mengembalikan kesadarannya dengan cepat.

“ Shiori, Shiori… “ Richard mengangkat tubuh Shori dan menaruhnya di sofa lobi terdekat. “ Sayang, kau tak apa-apa? Bangunlah… “

Mata sayunya mengerjab dan ia melihat wajah khawatir Richard di atas wajahnya. Ia berusaha bangkit. Ia tak ingin kembali menjadi Shiori yang lemah dan tak bisa apa-apa. Tidak! Ia sudah meninggalkan Shiori yang itu jauh hari semenjak ia mengenal sosok Richard di hatinya.

Shiori terduduk. Ia dapat melihat lebih jelas sekarang. Tak lagi buram seperti sesaat lalu.

“ Richard, bawa aku ke tempat parkir bagian barat, kumohon… “
Richard menggelengkan kepalanya.

“ Jangan. Kau tunggu disini saja dulu, biar aku kesana. Aku adalah seorang dokter, ini sudah dalam wilayah tanggung jawabku apabila menyangkut nyawa manusia. “

“ Richard… “

“ Aku memaksa, Shiori, tinggallah disini sebentar. Oke? “

Shiori mengangguk. Ia masih merasakan perih di pusat dadanya, namun ditahannya. Suara tangis karyawati di sudut lobi sama sekali tak membantu, bahkan ada beberapa orang yang menyadari kehadirannya dan segera memberikan semangat ke Shiori. Ada juga yang menawarkan sekotak tissue untuk menghapus air mata Shiori yang mulai menetes dan menggaris di kedua pipi.

Tak berapa lama, Richard akhirnya kembali.

“ Masumi tak ada di manapun. Semua pihak keamanan mencarinya dan baru saja kita mendapat kepastian bahwa Masumi masih berada diatas. Kau bisa tunggu disini , Shiori. “

“ Aku ikut! “

“ Shiori… sebaiknya…”

“ Richard! Kumohon, aku ingin melihatnya dengan mataku sendiri! “

Richard dapat melihat kesungguhan di mata Shiori dan rasanya percuma melawan keinginannya sekarang. Dengan kedua tangannya, ia membopong Shiori dan membawanya berlari menuju lift. Para karyawati yang melihatnya sempat dibuat takjub. Mereka baru kali ini melihat dokter pribadi Shiori dan panah asmara sepertinya baru saja menancap di hati mereka secara serempak.

Lift yang mereka naiki terasa sangat lambat. Baru kali ini Shiori merasa begitu muak akan kelembutan lift Daito yang memang dirancang untuk tidak membuat penumpangnya terhentak. Richard telah menurunkannya, meski Richard memilih untuk dapat terus menggendongnya. Tapi tatapan heran para security yang ikut bergabung dengan mereka membuatnya sadar akan apa yang baru saja dilakukannya. Sebaiknya kau bersabar, Richard…

Pintu lift terbuka dan langsung menuju lantai teratas. Shiori dan Richard mengikuti para keamanan dan mulai mencari Masumi dimana-mana. Akhirnya Richard menemukannya. Masumi tergeletak di sudut, sangat dekat dengan tembok pembatas keamanan. Ia terlihat kacau dan tertidur dengan tenang.

Shit!

Begitulah kira-kira Richard mengumpat tak ketara dibelakang Shiori. Otaknya sempat kacau dan ia berpikir keras bagaimana caranya menenangkan hysteria Shiori apabila benar ia akan menemukan Masumi dengan kepala yang pecah. Ia bersyukur bahwa direktur muda itu tetap utuh dan kurang ajarnya tengah terlelap. Meskipun begitu, ingin rasanya Richard sendiri yang melempar Masumi ke tengah parkiran dari lantai ini karena sukses membuatnya kalang kabut.

“ Masumi! Bangun!!! Masumi !!!! “

Shiori mencoba berulang kali menggoncangkan tubuh suaminya, namun Masumi seperti bangkai hidup. Ia tetap terpejam dan… mendengkur!!!!

Emosi Richard tersulut mendengarnya. Dengan segera ia memerintahkan keamanan untuk membawa seember air. Dan benar saja, Richard menumpahkan begitu saja air yang entah dari mana sumbernya tepat di wajah Masumi dan membuat pria itu bangun dari mimpi indahnya dengan terbatuk-batuk.

Shiori kaget bukan kepalang melihat cara ekstrim kekasihnya dalam hal membangunkan seorang pemabuk. “ Richard! Tak bisakah kau membangunkannya dengan cara yang lebih baik? “ ucapnya.

Alis Richard naik sebelah. “ Ya? Dan bagaimanakah caranya itu? Dengan mengguncangkannya perlahan? Kau lihat dengan caramu tadi, sama sekali tak berhasil. Ia tak hanya lelap, tapi juga mendengkur! “ balas Richard acuh sambil melemparkan ember kosong ke security tadi.

Shiori merengut. Namun ia tak bisa membalikkan ucapan Richard yang dengan telak menghempaskan keluhannya. Sementara itu, Masumi berdiri kepayahan. Langkahnya agak terseok-seok dan ia membutuhkan kedua pria berbadan tegap untuk membantunya melangkah.

“ Masumi, kau baik-baik saja? Dengar, aku punya berita bagus.. “ sembur Shiori bersemangat bercampur panik. “ ini tentang Maya! “

“ Hemm? “

Mata Masumi masih berat dan kelopaknya hanya berhasil naik setengah. Ia mendengar nama kekasihnya disebut, namun pengaruh alcohol masih belum beranjak jauh dari kesadarannya meski ia telah basah kuyup dari ujung rambut hingga ujung sepatu hitamnya yang tersemir.

Richard menarik pelan lengan Shiori dan berbisik “ Apa yang kau lakukan? “

“ Kau tahu, Richard! “ Suara Shiori tetap pada nadanya, ia tak berbisik seperti yang dilakukan Richard “ Kita bisa membuat Maya kecil hadir di dunia ini! Dan kita membutuhkan Masumi sebagai ayahnya! Tidakkah ini hebat? “ Shiori setengah terpekik bahagia menuturkan ide yang didapatnya sejak di mobil tadi.

Mata Richard membelalak. “ Apa? APA?!?!?? “

“ Ayolah Richard, kau harus membantunya! “ Shiori mengeluarkan jurusnya yang tak pernah luput sasaran, merengek!

Richard menggelengkan kepalanya cepat. “ Kau tahu ini bisa jadi tindakan illegal! Penyidik akan mengambil sample apapun yang menyangkut kriminalitas di TKP cepat atau lambat. Lagipula, aku tak mau membantu sampah busuk yang sudah kurang ajar menyentuh kekasihku. Dan kalaupun ia menjadi ayah, aku takkan heran kalau ia akan memberikan minuman keras ke bayi dan bukannya sebotol susu hangat! “

Dan pertengkaran kecil mereka semakin memanas. Masumi dan seluruh anak buahnya seperti menonton drama panggung secara langsung tentang sepasang kekasih yang meributkan akan hadirnya bayi.

Tunggu dulu, bayi… ?

Kepala Masumi berdenyut ketika ia mencoba mencerna pertengkaran ini.

Kalau aku tidak salah… mereka mengatakan aku … jadi ayah? Ayah dari bayi siapa? Aku masih perjaka! Meskipun aku mabuk, aku bukanlah type pria yang tidak bisa mengendalikan testoteronnya ketika minta pelepasan!

Masumi mencengkram lengan Richard. “ Apa maksud ini semua? Kenapa kau bisa bilang kalau aku jadi ayah? “ Masumi berganti menatap mata Shiori yang berkaca-kaca. “ Shiori, tadi kau bilang… ini tentang Maya? Apa pendengaranku tidak salah? “

Richard menghempaskan tangan Masumi di kemejanya. “ Dengar, aku tahu kau adalah suami dari Shiori, tapi jangan harap kau bisa bersikap kurang ajar kepadanya karena aku takkan tinggal diam! Dan apa yang kami perbincangkan ini sama sekali bukan urusanmu! Sebaiknya kau turun dan kembali ke ruangan terkutukmu yang tidak sehat itu “ ancam Richard dengan jengah.

Masumi kembali mencengkram kemeja Richard, namun kali ini di lehernya. Ia sama sekali tak takur pada pria yang tingginya 11cm diatasnya ini.

“ Semua yang berhubungan dengan Maya adalah urusanku! Meski aku mabuk, namun otakku masih waras!! Jangan main-main denganku, kau takkan suka denganku kalau aku tak bisa menjaga emosiku, dokter… “

Richard tersenyum sinis. “ Aku tak takut dengan pria pecundang yang tak bisa mempertahankan wanita, kau dengar itu?? “

Richard lengah dengan ucapan sinisnya, dan dengan telak Masumi menghantamkan kepalan tinjunya ke rahang Richard. Shiori berteriak, ia tak mengharapkan pertengkaran antara pria-pria yang disayanginya terjadi. Richard terhempas dan hendak membalas pukulan Masumi dengan kakinya yang panjang. Beruntung para security yang masih disana melerai mereka dengan cepat dan segera membuat jarak sehingga kesempatan mereka untuk menyerang semakin kecil.

“ Apa yang kalian lakukan?! HAH?? “ teriak Shiori histeris.

Dan makian antara Masumi dan Richard kembali terjadi, membuat kepala Shiori menjadi lebih mendidih. Suara tamparan dua kali menggema di atas gedung itu dan membuat para pria disana terheran namun tak dapat berbuat apa-apa.

Richard merasakan pipinya yang terasa panas. Begitu pula dengan Masumi. Mereka tak menyangka ternyata tamparan Shiori cukup keras. Sama sekali tak terbayang akan kekuatannya dibalik tangannya yang kurus.

“ KALAU MEMANG KALIAN TAK BISA MEMBANTU, FINE!!!! AKU AKAN LAKUKAN SENDIRI!!! KALIAN PRIA-PRIA TAK BERGUNA!!!!! “ Shiori kembali berteriak dan segera berlalu meninggalkan semua pria disana menuju ruang lift.

Richard berhasil melepaskan diri lebih dulu dari Masumi, hampir menerjang pintu kaca otomatis dan menyusul Shiori yang belum jauh melangkah. Ia mendapatkan lengan Shiori yang berayun dan hendak di lepaskannya, tapi berhasil ditahan Richard.

“ Sayang, Shiori… Maafkan aku… Aku tadi terlalu emosi. Aku masih sakit hati melihat ia berani melecehkanmu. Kumohon jangan bersikap begini padaku… “

Shiori masih terdiam tanpa memandang wajah Richard yang memelas.

“ Shiori…. Kumohon maafkan aku… Aku akan membantumu! Aku akan merubah sikapku, aku berjanji! “

Richard akhirnya mendapapatkan yang diinginkannya. Perhatian Shiori .

“ Kau…. Akan membantuku? “ Tanya Shiori.

“ Tentu saja! “

“ Apapun itu resikonya? “

“ Kau bisa pegang janjiku! “

Senyum kemenangan Shiori berkembang. Ia merasa harus berterima kasih pada drama yang kemarin sore ia tonton sewaktu mengisi waktu luangnya di kamar .

“ Bantu aku untuk menyukseskan rencanaku. Kita bisa membuat bayi tabung! “

Richard melihat semangat dan keceriaan Shiori, namun ia takut kalau apa yang dipikirkan otaknya menjadi kenyataan.

“….. Bayi tabung…? “

“ Bayi tabung! “

“ Dan….. bayi siapa yang akan kita buat, Shiori… ?  Jangan katakan kalau….. “

“ Tentu saja, Richard! Aku akan merasa pantas menjadi ibu dari bayi Maya dan Masumi! “

Oh, Tuhan…..

Kepala Richard terasa baru saja lepas dari sumbu lehernya seketika. Bayangan yang ditakutkannya ketika ia mendengar tentang penyimpangan kode etik oleh dokter Akagi terjadi sudah. Dan ia tak bisa mundur, ia telah berucap janji semenit lalu.

“ Kau yakin dengan kondisi tubuhmu, Shiori ? “

“ Kau akan membantuku, Richard. Aku tak pernah sebahagia ini sebelumnya! Ini seperti menciptakan keajaiban dan kita akan mampu melaluinya… Aku sangat tak sabar akan semua ini! “

Richard dapat merasakan eurofia Shiori yang membuncah. Ia benar-benar bahagia secara ekstrem. Richard ikut bahagia karenanya, namun ia masih merasakan ganjalan yang berarti karena akan yang akan di kandung Shiori kelak bukanlah darah dagingnya.
Tapi ia telah berjanji, dan ia tak biasa melanggar janjinya. Pernah ia melanggar janji seorang pasien dan itu mengakibatkan hampir terjadinya sebuah kematian. Dan ia mengalami traumatic yang cukup mendalam sejak saat itu.

“ Baiklah, Shiori…. Kita akan mengusahakan yang sebaiknya. Aku akan segera menghubungi para perawat dan tenaga medis yang tersedia disana. Kita dapat melakukannya lusa. Sekarang kita harus beristirahat. “

“ Tak bisakah malam ini juga? Oh Richard, kau menyiksaku! “
Richard menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “ Semua ini membutuhkan stamina yang baik, Shiori. Dan untuk malam ini, kita semua harus mempersiapkan yang sebaik-baiknya. Bukankah kau menginginkan keberhasilan yang bisa membuat kita semua terseyum ? Kalau ya, kau harus menuruti perintahku. Aku tak cuma kekasihmu, aku doktermu. “

Shiori tersenyum simpul mendengarnya. Ia tahu kalau kekhawatiran Richard cukup beralasan, dan ia sebaiknya tak bersikap kekanak-kanakan dan malah membuat usahanya bisa gagal.

“ Terima kasih, Richard. Kau tahu betapa sangat berartinya pertolonganmu. “ Shiori menyentuhkan kedua telapak tangannya di pipi Richard dan mengelusnya perlahan di pipi yang tadi ia tampar. 

“ Maafkan aku karena menamparmu… “

Richard tersenyum. “ Tak apa, kadang aku memang membutuhkannya. Asal kau tak terlalu sering melakukannya padaku. Itu cukup sakit, kau tahu? “

Dan suara tawa kecil mewarnai pelukan mesra mereka. Mereka pun berciuman. Melupakan dimana mereka berada. Dan ciuman mereka terputus oleh suara dehaman yang berat.

“ Aku ikut senang kalian bahagia. Tapi jangan lupakan aku. Aku harus terlibat dalam pembicaraan kalian karena aku mencuri dengar, ini ada hubungannya juga dengan Maya. Aku rasa, aku yang paling berhak tahu untuk semua tragedy ini. Bukankah begitu? “ ucap Masumi datar dan agak berhati-hati.

Richard melepaskan pelukannya dan berjalan menuju Masumi yang tak jauh darinya. Semua pria berseragam security tetap di luar dan tak bisa mendengar pembicaraan mereka, namun mereka tetap awas dan menjaga bos yang menggaji mereka tiap bulannya tanpa alpa.

“ Masumi, aku akan langsung ke intinya. Aku membutuhkan benihmu 2 hari kedepan. Kau harus menetralisir alcohol dalam tubuhmu secepatnya. Malam ini kau harus ikut denganku dan aku sedang tak ingin di bantah. Kita akan melakukan serangkaian pemeriksaan mendasar padamu dan kemungkinan besar juga kau akan di rawat disana. “

Masumi berpikir keras, ia merasa tamparan Shiori tadi cukup memberikannya kejutan dan membuat pengaruh buruk alcohol lari tunggang langgang meninggalkan otaknya.

“ Apa kau bilang? Rrrr…. Benih ? apakah yang kau maksud itu…. “

Richard mengacak rambutnya. “ Ayolah Masumi, usiamu berapa sekarang? Bersikaplah secara dewasa! “

“ Jadi maksudmu… aku harus ber… mast….. “ Masumi terbata-bata mengucapkannya, meski ia telah menikah, namun pembicaraan ini masih terlalu tabu untuk perjaka usia 35 tahun. Apalagi sedari tadi Shiori bersembunyi di punggung Richard dan membuang wajah. Masumi dapat melihat rona merah di pipi istrinya.

“ Arrgh!!!! Inilah kenapa aku benci perjaka tua! “ Richard sekarang tak cuma mengacak rambutnya, ia bahkan menjambaknya. “ Dengar Masumi, aku tahu ini akan terdengar kurang ajar, tapi aku memiliki segudang foto-foto Maya hasil editing para fans di internet. Bahkan mereka menemukannya juga di laci dokter Akagi yang sudah di albumkan! Kau takkan mempersulitku mendapatkan benihmu, kau takkan berani! Kalau kau ingin mendapatkan bayimu dan Maya, kita harus berdamai dan bekerja sama sekarang juga! “

Masumi tercenung mendengarnya. Ia bahagia. Ia juga terkaget mendengarnya. Bahkan Shiori mau meminjamkan rahimnya. Meski di Asia Tenggara hal ini dilarang, mereka tetap berani maju. Dalam kurun waktu tiga hari, mereka akan ke Eropa dan melaksanakan proses ini dengan efisien.

Para security diluar tak mengetahui apa yang terjadi. Dalam hati mereka ikut merasa sedih, karena Nyonya Hayami berselingkuh tepat di depan suaminya. Tapi keheranan mereka terbit manakala Richard dan Masumi saling berpelukan, bahkan mereka melihat yang yang tak pernah terjadi sebelumnya di Daito. Masumi hayami menangis terharu, diikuti oleh Shiori yang juga merangkulnya dan senyuman hangat dari Richard sang tersangka pihak ketiga.

Masumi mengekor pasangan Shiori dan Richard menuju lift. Ia benar-benar merasakan kesempatan hidup keduanya sekarang. Kesegaran dan gairah hidup kembali membanjirinya, tepat seperti ketika ia jatuh cinta kepada pujaan hatinya.

Maya…

Ia bersyukur masih dapat menginjakkan kakinya di dunia ini. Tadi ia hampir saja melakukan hal konyol, berpikir bahwa kematian dapat mempertemukan mereka lagi dengan cara instant. Masumi beruntung Maya menyadarkannya.

Tunggu dulu….

Masumi berusaha mengingat kembali urutan kejadian hari ini. Setelah tadi ia menenggak minuman keras di ruangan rahasianya, ia yakin Maya mendatanginya, namun ternyata gadis itu tak lain adalah Shiori, istrinya sendiri. Dan hantaman brutal Richard jelas nyata karena ia masih merasakan nyeri di semua rusuk bagian kiri.

Ketika Masumi meraba rusuknya yang ngilu, ia merasakan ada yang mengganjal disaku dalam jasnya. Ia merasakannya dan mengambilnya perlahan dari kantong. Mata Masumi membelalak dengan benda yang dilihatnya tepat di telapak tangannya yang besar.

The Deep of Purple Rose

Masumi takkan pernah dapat melupakan cincin cantik bertahtakan berlian 6 karat berwarna ungu dan putih bening, yang berukir mawar ungu disekelilingnya. Ia memiliki dua buah, dan hanya dua buah cincin seperti ini di dunia. Yang satu, ikut bersemayam dalam makam Maya, dengan harapan cintanya juga akan selalu menyertai Maya dimanapun ia berada, meski itu di dalam kubur. Yang kedua, ia memang memesan sepasang, bentuk yang mirip seratus persen sama dengan yang dikenakan Maya. Namun cincin yang ini berukuran sesuai jarinya, lebih besar dan lebih kokoh.

Ia menyematkan cincin itu perlahan dijarinya. Dan ia tak salah. Ini adalah cincin yang ia taruh di boneka lilin wujud Maya dalam balutan kimono Bidadari Merah. Ia menaruhnya tepat di tangan boneka Maya, didalam kotak kaca yang sangat tebal dan anti peluru. Benda seberat apapun harus berusaha keras memecahkannya, bahkan ia membutuhkan tenaga sekian pria untuk mengangkatnya dari helicopter pribadinya, itupun dibantu oleh sebuah alat khusus.

Bayangannya kembali melanda pikiran Masumi. Tak memperdulikan Shiori dan Richard yang tengah asyik membahas rencana bayi tabung yang akan mereka semua jalani.

Masumi tadi sangat yakin, kalau ia telah melewati dinding pembatas keamanan. Ia masih ingat ketika matanya nyalang melihat barisan mobil yang amat kecil dibawahnya. Setelah itu buram. Karena ia menangis seperti anak kecil yang kehilangan permen. Dan ia memejamkan mata…

Ya, ia sangat yakin ia merasakan hisapan gravitasi bumi menariknya. Namun kenyataannya, semua orang mendapatinya sedang tertidur lelap di lantai gedung yang dingin dan bermandikan cahaya bulan.

Apa yang sebenarnya terjadi ?? Maya….


3 comments:

  1. akiiii di sini banyak yg bersedia ngengkes demi dirimuuuuuhhh

    *eh woooopppsss wooooppppsss XD

    ReplyDelete
  2. bwahahahahahhaaa XD
    iyha cuuuuu XD

    ReplyDelete
  3. wa...maya jadi hantu ya
    ntr ada yg tau g, benih itu anak dr masumi dan maya, ato ntr orang2 mengira itu anak masumi dan shiori (jgn sampe deh)
    #eh ya........ emang udh pasti ya, klo benih itu jd maya kecil ato masumi kecil (tserah penulis nie)
    #jgn lama2 apdetny sist

    ReplyDelete

 
blogger template by arcane palette