You Belong To Me - Rejoice
“ Ada apa ini? “ Shiori
bertanya kepada salah seorang security yang
tengah berlarian. Mereka terlihat panik. Terlihat dari nafas mereka yang
tersenggal-senggal dan tatapan mata mereka yang kengerian.
“ Ada kejadian apa?
Apakah ada kebakaran? “ sambung Richard sambil mengendus-endus udara, mencari
sesuatu yang terbakar. Kalau memang iya, dia harus segera menyingkirkan Shiori
dari gedung ini secepatnya.
Security
berpawakan tegap itu berusaha mengatur nafasnya. Ia telah berlari dari 3 lantai
basement, jauh dari lantai utama mereka berpijak sekarang.
“ Nyonya Hayami… Pak
Masumi… Pak Masumi sepertinya bunuh diri. Ia terlihat melompat dari atas gedung
ini. Pihak keamanan CCTV melihatnya dan mereka langsung berteriak lewat walkie-talkie yang saya pegang ini.
Maaf, saya harus segera menyusul yang lain. Saya harus ke lapangan parkir di
bagian barat, mereka memperkirakan tubuh Pak Masumi berada disana. Permisi,
Nyonya… “
Dan ia pun segera
berlari sekuat tenaga menuju tempat yang tadi ia sebutkan. Beberapa karyawan
wanita yang telah mengetahuinya sibuk menghubungi paramedic sambil menangis dengan panik.
Bahkan ada yang langsung
pingsan di tempat begitu ia mengetahui kejadian apa yang tengah berlanjut.
Mereka menerka-nerka dengan acak, mengira bahwa Pak Masumi sudah begitu terlalu
mencintai Bidadari Merah hingga kehilangan akal sehatnya.
Sekali lagi… Bidadari
Merah, bukan Maya Kitajima. Mereka belum mengetahui fakta yang terjadi
sebenarnya dilapangan.
Shiori langsung syok
mendengarnya. Ia merasa seperti berada diatas lubang hitam yang amat pekat dan
siap menelannya saat ini juga. Beruntung Richard langsung menangkap tubuhnya
dan membantunya mengembalikan kesadarannya dengan cepat.
“ Shiori, Shiori… “
Richard mengangkat tubuh Shori dan menaruhnya di sofa lobi terdekat. “ Sayang,
kau tak apa-apa? Bangunlah… “
Mata sayunya mengerjab
dan ia melihat wajah khawatir Richard di atas wajahnya. Ia berusaha bangkit. Ia
tak ingin kembali menjadi Shiori yang lemah dan tak bisa apa-apa. Tidak! Ia
sudah meninggalkan Shiori yang itu jauh hari semenjak ia mengenal sosok Richard
di hatinya.
Shiori terduduk. Ia
dapat melihat lebih jelas sekarang. Tak lagi buram seperti sesaat lalu.
“ Richard, bawa aku ke
tempat parkir bagian barat, kumohon… “
Richard menggelengkan
kepalanya.
“ Jangan. Kau tunggu
disini saja dulu, biar aku kesana. Aku adalah seorang dokter, ini sudah dalam
wilayah tanggung jawabku apabila menyangkut nyawa manusia. “
“ Richard… “
“ Aku memaksa, Shiori,
tinggallah disini sebentar. Oke? “
Shiori mengangguk. Ia
masih merasakan perih di pusat dadanya, namun ditahannya. Suara tangis
karyawati di sudut lobi sama sekali tak membantu, bahkan ada beberapa orang
yang menyadari kehadirannya dan segera memberikan semangat ke Shiori. Ada juga
yang menawarkan sekotak tissue untuk menghapus air mata Shiori yang mulai
menetes dan menggaris di kedua pipi.
Tak berapa lama,
Richard akhirnya kembali.
“ Masumi tak ada di
manapun. Semua pihak keamanan mencarinya dan baru saja kita mendapat kepastian
bahwa Masumi masih berada diatas. Kau bisa tunggu disini , Shiori. “
“ Aku ikut! “
“ Shiori… sebaiknya…”
“ Richard! Kumohon, aku
ingin melihatnya dengan mataku sendiri! “
Richard dapat melihat
kesungguhan di mata Shiori dan rasanya percuma melawan keinginannya sekarang.
Dengan kedua tangannya, ia membopong Shiori dan membawanya berlari menuju lift.
Para karyawati yang melihatnya sempat dibuat takjub. Mereka baru kali ini
melihat dokter pribadi Shiori dan panah asmara sepertinya baru saja menancap di
hati mereka secara serempak.
Lift yang mereka naiki
terasa sangat lambat. Baru kali ini Shiori merasa begitu muak akan kelembutan
lift Daito yang memang dirancang untuk tidak membuat penumpangnya terhentak.
Richard telah menurunkannya, meski Richard memilih untuk dapat terus
menggendongnya. Tapi tatapan heran para security
yang ikut bergabung dengan mereka membuatnya sadar akan apa yang baru saja
dilakukannya. Sebaiknya kau bersabar, Richard…
Pintu lift terbuka dan
langsung menuju lantai teratas. Shiori dan Richard mengikuti para keamanan dan
mulai mencari Masumi dimana-mana. Akhirnya Richard menemukannya. Masumi
tergeletak di sudut, sangat dekat dengan tembok pembatas keamanan. Ia terlihat
kacau dan tertidur dengan tenang.
Shit!
Begitulah kira-kira
Richard mengumpat tak ketara dibelakang Shiori. Otaknya sempat kacau dan ia
berpikir keras bagaimana caranya menenangkan hysteria Shiori apabila benar ia
akan menemukan Masumi dengan kepala yang pecah. Ia bersyukur bahwa direktur
muda itu tetap utuh dan kurang ajarnya tengah terlelap. Meskipun begitu, ingin
rasanya Richard sendiri yang melempar Masumi ke tengah parkiran dari lantai ini
karena sukses membuatnya kalang kabut.
“ Masumi! Bangun!!!
Masumi !!!! “
Shiori mencoba berulang
kali menggoncangkan tubuh suaminya, namun Masumi seperti bangkai hidup. Ia
tetap terpejam dan… mendengkur!!!!
Emosi Richard tersulut
mendengarnya. Dengan segera ia memerintahkan keamanan untuk membawa seember
air. Dan benar saja, Richard menumpahkan begitu saja air yang entah dari mana
sumbernya tepat di wajah Masumi dan membuat pria itu bangun dari mimpi indahnya
dengan terbatuk-batuk.
Shiori kaget bukan
kepalang melihat cara ekstrim kekasihnya dalam hal membangunkan seorang
pemabuk. “ Richard! Tak bisakah kau membangunkannya dengan cara yang lebih
baik? “ ucapnya.
Alis Richard naik
sebelah. “ Ya? Dan bagaimanakah caranya itu? Dengan mengguncangkannya perlahan?
Kau lihat dengan caramu tadi, sama sekali tak berhasil. Ia tak hanya lelap,
tapi juga mendengkur! “ balas Richard acuh sambil melemparkan ember kosong ke
security tadi.
Shiori merengut. Namun
ia tak bisa membalikkan ucapan Richard yang dengan telak menghempaskan
keluhannya. Sementara itu, Masumi berdiri kepayahan. Langkahnya agak
terseok-seok dan ia membutuhkan kedua pria berbadan tegap untuk membantunya
melangkah.
“ Masumi, kau baik-baik
saja? Dengar, aku punya berita bagus.. “ sembur Shiori bersemangat bercampur
panik. “ ini tentang Maya! “
“ Hemm? “
Mata Masumi masih berat
dan kelopaknya hanya berhasil naik setengah. Ia mendengar nama kekasihnya
disebut, namun pengaruh alcohol masih belum beranjak jauh dari kesadarannya
meski ia telah basah kuyup dari ujung rambut hingga ujung sepatu hitamnya yang
tersemir.
Richard menarik pelan
lengan Shiori dan berbisik “ Apa yang kau lakukan? “
“ Kau tahu, Richard! “
Suara Shiori tetap pada nadanya, ia tak berbisik seperti yang dilakukan Richard
“ Kita bisa membuat Maya kecil hadir di dunia ini! Dan kita membutuhkan Masumi
sebagai ayahnya! Tidakkah ini hebat? “ Shiori setengah terpekik bahagia
menuturkan ide yang didapatnya sejak di mobil tadi.
Mata Richard
membelalak. “ Apa? APA?!?!?? “
“ Ayolah Richard, kau
harus membantunya! “ Shiori mengeluarkan jurusnya yang tak pernah luput
sasaran, merengek!
Richard menggelengkan
kepalanya cepat. “ Kau tahu ini bisa jadi tindakan illegal! Penyidik akan
mengambil sample apapun yang menyangkut kriminalitas di TKP cepat atau lambat.
Lagipula, aku tak mau membantu sampah busuk yang sudah kurang ajar menyentuh
kekasihku. Dan kalaupun ia menjadi ayah, aku takkan heran kalau ia akan
memberikan minuman keras ke bayi dan bukannya sebotol susu hangat! “
Dan pertengkaran kecil
mereka semakin memanas. Masumi dan seluruh anak buahnya seperti menonton drama
panggung secara langsung tentang sepasang kekasih yang meributkan akan hadirnya
bayi.
Tunggu
dulu, bayi… ?
Kepala Masumi berdenyut
ketika ia mencoba mencerna pertengkaran ini.
Kalau
aku tidak salah… mereka mengatakan aku … jadi ayah? Ayah dari bayi siapa? Aku
masih perjaka! Meskipun aku mabuk, aku bukanlah type pria yang tidak bisa
mengendalikan testoteronnya ketika minta pelepasan!
Masumi mencengkram
lengan Richard. “ Apa maksud ini semua? Kenapa kau bisa bilang kalau aku jadi
ayah? “ Masumi berganti menatap mata Shiori yang berkaca-kaca. “ Shiori, tadi
kau bilang… ini tentang Maya? Apa pendengaranku tidak salah? “
Richard menghempaskan
tangan Masumi di kemejanya. “ Dengar, aku tahu kau adalah suami dari Shiori,
tapi jangan harap kau bisa bersikap kurang ajar kepadanya karena aku takkan
tinggal diam! Dan apa yang kami perbincangkan ini sama sekali bukan urusanmu!
Sebaiknya kau turun dan kembali ke ruangan terkutukmu yang tidak sehat itu “
ancam Richard dengan jengah.
Masumi kembali
mencengkram kemeja Richard, namun kali ini di lehernya. Ia sama sekali tak
takur pada pria yang tingginya 11cm diatasnya ini.
“ Semua yang
berhubungan dengan Maya adalah urusanku! Meski aku mabuk, namun otakku masih
waras!! Jangan main-main denganku, kau takkan suka denganku kalau aku tak bisa
menjaga emosiku, dokter… “
Richard tersenyum
sinis. “ Aku tak takut dengan pria pecundang yang tak bisa mempertahankan
wanita, kau dengar itu?? “
Richard lengah dengan
ucapan sinisnya, dan dengan telak Masumi menghantamkan kepalan tinjunya ke
rahang Richard. Shiori berteriak, ia tak mengharapkan pertengkaran antara
pria-pria yang disayanginya terjadi. Richard terhempas dan hendak membalas
pukulan Masumi dengan kakinya yang panjang. Beruntung para security yang masih disana melerai mereka dengan cepat dan segera
membuat jarak sehingga kesempatan mereka untuk menyerang semakin kecil.
“ Apa yang kalian
lakukan?! HAH?? “ teriak Shiori histeris.
Dan makian antara
Masumi dan Richard kembali terjadi, membuat kepala Shiori menjadi lebih
mendidih. Suara tamparan dua kali menggema di atas gedung itu dan membuat para
pria disana terheran namun tak dapat berbuat apa-apa.
Richard merasakan
pipinya yang terasa panas. Begitu pula dengan Masumi. Mereka tak menyangka
ternyata tamparan Shiori cukup keras. Sama sekali tak terbayang akan
kekuatannya dibalik tangannya yang kurus.
“ KALAU MEMANG KALIAN
TAK BISA MEMBANTU, FINE!!!! AKU AKAN
LAKUKAN SENDIRI!!! KALIAN PRIA-PRIA TAK BERGUNA!!!!! “ Shiori kembali berteriak
dan segera berlalu meninggalkan semua pria disana menuju ruang lift.
Richard berhasil
melepaskan diri lebih dulu dari Masumi, hampir menerjang pintu kaca otomatis dan
menyusul Shiori yang belum jauh melangkah. Ia mendapatkan lengan Shiori yang
berayun dan hendak di lepaskannya, tapi berhasil ditahan Richard.
“ Sayang, Shiori…
Maafkan aku… Aku tadi terlalu emosi. Aku masih sakit hati melihat ia berani
melecehkanmu. Kumohon jangan bersikap begini padaku… “
Shiori masih terdiam
tanpa memandang wajah Richard yang memelas.
“ Shiori…. Kumohon
maafkan aku… Aku akan membantumu! Aku akan merubah sikapku, aku berjanji! “
Richard akhirnya
mendapapatkan yang diinginkannya. Perhatian Shiori .
“ Kau…. Akan membantuku?
“ Tanya Shiori.
“ Tentu saja! “
“ Apapun itu resikonya?
“
“ Kau bisa pegang
janjiku! “
Senyum kemenangan Shiori
berkembang. Ia merasa harus berterima kasih pada drama yang kemarin sore ia
tonton sewaktu mengisi waktu luangnya di kamar .
“ Bantu aku untuk
menyukseskan rencanaku. Kita bisa membuat bayi tabung! “
Richard melihat
semangat dan keceriaan Shiori, namun ia takut kalau apa yang dipikirkan otaknya
menjadi kenyataan.
“….. Bayi tabung…? “
“ Bayi tabung! “
“ Dan….. bayi siapa
yang akan kita buat, Shiori… ? Jangan katakan
kalau….. “
“ Tentu saja, Richard! Aku
akan merasa pantas menjadi ibu dari bayi Maya dan Masumi! “
Oh,
Tuhan…..
Kepala Richard terasa
baru saja lepas dari sumbu lehernya seketika. Bayangan yang ditakutkannya
ketika ia mendengar tentang penyimpangan kode etik oleh dokter Akagi terjadi
sudah. Dan ia tak bisa mundur, ia telah berucap janji semenit lalu.
“ Kau yakin dengan
kondisi tubuhmu, Shiori ? “
“ Kau akan membantuku,
Richard. Aku tak pernah sebahagia ini sebelumnya! Ini seperti menciptakan
keajaiban dan kita akan mampu melaluinya… Aku sangat tak sabar akan semua ini! “
Richard dapat merasakan
eurofia Shiori yang membuncah. Ia benar-benar bahagia secara ekstrem. Richard ikut
bahagia karenanya, namun ia masih merasakan ganjalan yang berarti karena akan
yang akan di kandung Shiori kelak bukanlah darah dagingnya.
Tapi ia telah berjanji,
dan ia tak biasa melanggar janjinya. Pernah ia melanggar janji seorang pasien
dan itu mengakibatkan hampir terjadinya sebuah kematian. Dan ia mengalami traumatic
yang cukup mendalam sejak saat itu.
“ Baiklah, Shiori…. Kita
akan mengusahakan yang sebaiknya. Aku akan segera menghubungi para perawat dan
tenaga medis yang tersedia disana. Kita dapat melakukannya lusa. Sekarang kita
harus beristirahat. “
“ Tak bisakah malam ini
juga? Oh Richard, kau menyiksaku! “
Richard menggelengkan
kepalanya dan tersenyum. “ Semua ini membutuhkan stamina yang baik, Shiori. Dan
untuk malam ini, kita semua harus mempersiapkan yang sebaik-baiknya. Bukankah kau
menginginkan keberhasilan yang bisa membuat kita semua terseyum ? Kalau ya, kau
harus menuruti perintahku. Aku tak cuma kekasihmu, aku doktermu. “
Shiori tersenyum simpul
mendengarnya. Ia tahu kalau kekhawatiran Richard cukup beralasan, dan ia
sebaiknya tak bersikap kekanak-kanakan dan malah membuat usahanya bisa gagal.
“ Terima kasih,
Richard. Kau tahu betapa sangat berartinya pertolonganmu. “ Shiori menyentuhkan
kedua telapak tangannya di pipi Richard dan mengelusnya perlahan di pipi yang
tadi ia tampar.
“ Maafkan aku karena menamparmu… “
Richard tersenyum. “ Tak
apa, kadang aku memang membutuhkannya. Asal kau tak terlalu sering melakukannya
padaku. Itu cukup sakit, kau tahu? “
Dan suara tawa kecil
mewarnai pelukan mesra mereka. Mereka pun berciuman. Melupakan dimana mereka
berada. Dan ciuman mereka terputus oleh suara dehaman yang berat.
“ Aku ikut senang
kalian bahagia. Tapi jangan lupakan aku. Aku harus terlibat dalam pembicaraan
kalian karena aku mencuri dengar, ini ada hubungannya juga dengan Maya. Aku rasa,
aku yang paling berhak tahu untuk semua tragedy ini. Bukankah begitu? “ ucap
Masumi datar dan agak berhati-hati.
Richard melepaskan
pelukannya dan berjalan menuju Masumi yang tak jauh darinya. Semua pria
berseragam security tetap di luar dan
tak bisa mendengar pembicaraan mereka, namun mereka tetap awas dan menjaga bos
yang menggaji mereka tiap bulannya tanpa alpa.
“ Masumi, aku akan langsung
ke intinya. Aku membutuhkan benihmu 2 hari kedepan. Kau harus menetralisir alcohol
dalam tubuhmu secepatnya. Malam ini kau harus ikut denganku dan aku sedang tak
ingin di bantah. Kita akan melakukan serangkaian pemeriksaan mendasar padamu
dan kemungkinan besar juga kau akan di rawat disana. “
Masumi berpikir keras,
ia merasa tamparan Shiori tadi cukup memberikannya kejutan dan membuat pengaruh
buruk alcohol lari tunggang langgang meninggalkan otaknya.
“ Apa kau bilang? Rrrr….
Benih ? apakah yang kau maksud itu…. “
Richard mengacak
rambutnya. “ Ayolah Masumi, usiamu berapa sekarang? Bersikaplah secara dewasa! “
“ Jadi maksudmu… aku
harus ber… mast….. “ Masumi terbata-bata mengucapkannya, meski ia telah menikah,
namun pembicaraan ini masih terlalu tabu untuk perjaka usia 35 tahun. Apalagi sedari
tadi Shiori bersembunyi di punggung Richard dan membuang wajah. Masumi dapat
melihat rona merah di pipi istrinya.
“ Arrgh!!!! Inilah kenapa
aku benci perjaka tua! “ Richard sekarang tak cuma mengacak rambutnya, ia
bahkan menjambaknya. “ Dengar Masumi, aku tahu ini akan terdengar kurang ajar,
tapi aku memiliki segudang foto-foto Maya hasil editing para fans di internet. Bahkan
mereka menemukannya juga di laci dokter Akagi yang sudah di albumkan! Kau takkan
mempersulitku mendapatkan benihmu, kau takkan berani! Kalau kau ingin
mendapatkan bayimu dan Maya, kita harus berdamai dan bekerja sama sekarang
juga! “
Masumi tercenung
mendengarnya. Ia bahagia. Ia juga terkaget mendengarnya. Bahkan Shiori mau
meminjamkan rahimnya. Meski di Asia Tenggara hal ini dilarang, mereka tetap
berani maju. Dalam kurun waktu tiga hari, mereka akan ke Eropa dan melaksanakan
proses ini dengan efisien.
Para security diluar tak mengetahui apa yang
terjadi. Dalam hati mereka ikut merasa sedih, karena Nyonya Hayami berselingkuh
tepat di depan suaminya. Tapi keheranan mereka terbit manakala Richard dan
Masumi saling berpelukan, bahkan mereka melihat yang yang tak pernah terjadi
sebelumnya di Daito. Masumi hayami menangis terharu, diikuti oleh Shiori yang
juga merangkulnya dan senyuman hangat dari Richard sang tersangka pihak ketiga.
Masumi mengekor
pasangan Shiori dan Richard menuju lift. Ia benar-benar merasakan kesempatan
hidup keduanya sekarang. Kesegaran dan gairah hidup kembali membanjirinya,
tepat seperti ketika ia jatuh cinta kepada pujaan hatinya.
Maya…
Ia bersyukur masih
dapat menginjakkan kakinya di dunia ini. Tadi ia hampir saja melakukan hal
konyol, berpikir bahwa kematian dapat mempertemukan mereka lagi dengan cara
instant. Masumi beruntung Maya menyadarkannya.
Tunggu
dulu….
Masumi berusaha
mengingat kembali urutan kejadian hari ini. Setelah tadi ia menenggak minuman
keras di ruangan rahasianya, ia yakin Maya mendatanginya, namun ternyata gadis
itu tak lain adalah Shiori, istrinya sendiri. Dan hantaman brutal Richard jelas
nyata karena ia masih merasakan nyeri di semua rusuk bagian kiri.
Ketika Masumi meraba
rusuknya yang ngilu, ia merasakan ada yang mengganjal disaku dalam jasnya. Ia merasakannya
dan mengambilnya perlahan dari kantong. Mata Masumi membelalak dengan benda
yang dilihatnya tepat di telapak tangannya yang besar.
The Deep of Purple Rose
Masumi takkan pernah
dapat melupakan cincin cantik
bertahtakan berlian 6 karat berwarna ungu dan putih bening, yang berukir mawar
ungu disekelilingnya. Ia memiliki dua buah, dan hanya dua buah cincin
seperti ini di dunia. Yang satu, ikut bersemayam dalam makam Maya, dengan
harapan cintanya juga akan selalu menyertai Maya dimanapun ia berada, meski itu
di dalam kubur. Yang kedua, ia memang memesan sepasang, bentuk yang mirip
seratus persen sama dengan yang dikenakan Maya. Namun cincin yang ini berukuran
sesuai jarinya, lebih besar dan lebih kokoh.
Ia menyematkan cincin itu perlahan dijarinya. Dan ia tak salah. Ini adalah
cincin yang ia taruh di boneka lilin wujud Maya dalam balutan kimono Bidadari
Merah. Ia menaruhnya tepat di tangan boneka Maya, didalam kotak kaca yang sangat
tebal dan anti peluru. Benda seberat apapun harus berusaha keras memecahkannya,
bahkan ia membutuhkan tenaga sekian pria untuk mengangkatnya dari helicopter pribadinya,
itupun dibantu oleh sebuah alat khusus.
Bayangannya kembali melanda pikiran Masumi. Tak memperdulikan Shiori dan
Richard yang tengah asyik membahas rencana bayi tabung yang akan mereka semua
jalani.
Masumi tadi sangat yakin, kalau ia telah melewati dinding pembatas
keamanan. Ia masih ingat ketika matanya nyalang melihat barisan mobil yang amat
kecil dibawahnya. Setelah itu buram. Karena ia menangis seperti anak kecil yang
kehilangan permen. Dan ia memejamkan mata…
Ya, ia sangat yakin ia merasakan hisapan gravitasi bumi menariknya. Namun
kenyataannya, semua orang mendapatinya sedang tertidur lelap di lantai gedung
yang dingin dan bermandikan cahaya bulan.
Apa yang sebenarnya terjadi ?? Maya….
akiiii di sini banyak yg bersedia ngengkes demi dirimuuuuuhhh
ReplyDelete*eh woooopppsss wooooppppsss XD
bwahahahahahhaaa XD
ReplyDeleteiyha cuuuuu XD
wa...maya jadi hantu ya
ReplyDeletentr ada yg tau g, benih itu anak dr masumi dan maya, ato ntr orang2 mengira itu anak masumi dan shiori (jgn sampe deh)
#eh ya........ emang udh pasti ya, klo benih itu jd maya kecil ato masumi kecil (tserah penulis nie)
#jgn lama2 apdetny sist