From This Moment
Semua berjalan seperti yang direncanakan. Lurus dengan sedikit kelokan. Kabar miring dan desas desus kebahagiaan selalu menerpa pasangan impian Daito dan Takamiya yang dikabarkan berbulan madu diluar negri.
Bulan madu.
Itulah yang dipikirkan orang-orang dalam kepala mereka manakala mereka melihat kedua pasangan itu keluar dari sebuah mobil hitam menuju pelataran mansion mewah milik keluarga yang takkan bisa dinikmati siapapun yang bukan berdarah Daito atau kini, bertambah aliran darah Takamiya.
Segala kendali perusahaan tetap dipegang Masumi meski ia kini berdomisili di negri Eropa yang sedang dingin-dinginnya. Keberuntungan juga melanda Mizuki. Ia diberi kepercayaan melebihi kapasitasnya sebagai sekretaris pribadi yang selama ini disandangnya. Ia pun kini menjadi tangan kanan kepercayaan Masumi yang bisa menundukkan jajaran direksi sekalier apapun semudah ia mengedipkan mata sesering mungkin. Gajinya pun berkali lipat seiring bertambahnya waktu dan keramahan Masumi yang akhir-akhir ini menjadi terlalu nyata di telepon.
Lima bulan berlalu dan Masumi akhirnya kembali menginjakkan kaki tegapnya di bandara Narita. Dengan sopan, ia membantu Shiori mendapatkan jalan dari buruan paparazzi yang telah menghadang mereka sejam berjam-jam lalu. Rutukan kasar dan umpatan para kuli tinta itu terbayar sejak pemberitahuan delaynya jadwal pesawat yang membawa pasangan muda sukses tersebut.
Ucapan bahagia dan selamat terlontar kepasangan Masumi-Shiori ketika kamera berhasil membidik perut Shiori yang kini tengah membuncit. Seorang dokter tampan terlihat kurang bersahabat dan segera membawa rombongan mereka menuju mobil yang tengah mennunggu. Kontras dengan Richard yang cenderung dingin dan menguarkan aura permusuhan, Masumi malah mengembangkan senyum terlebarnya yang ia miliki. Mempesona semua orang yang biasa mengenalinya sebagai gunung es Antartika.
Rombongan mobil itupun berlalu dan langsung menuju gedung Daito.
“ Kau yakin tak bisa ditunda besok, Shiori? kau tak boleh terlalu lelah. “ Ucap Masumi lembut.
Richard mengiyakan. “ Ucapan Masumi sangat masuk akal, Shiori. kita bisa menundanya dengan alasan kau tak boleh terlalu lelah. Kami mengkhawatirkan keadaanmu, tak bisakah kau sedikit tak keras kepala? Aku heran darimana kau mendapatkan sifat itu. “
Shiori tertawa ringan. Ia sangat senang diperhatikan kedua orang yang sangat penting baginya saat ini. “ Mungkin ini bawaan bayi yang kukandung. Kalian tak lupa bagaimana keras kepalanya Maya? Ia selalu berhasil membuat orang mempertanyakan logika dan kewarasannya kalau menyangkut soal akting. “
Masumi tersenyum hangat. Terlalu hangat. Shiori menangkap tangan Masumi untuk menyentuh perutnya yang besar. Hasil USG menyatakan kalau janin ini berkelamin laki-laki. Calon Masumi muda yang tampan. Meski sebenarnya Shiori menginginkan bayi perempuan yang sudah ia persiapkan nama “ Maya “, namun senyum kebahagiaan Masumi melunturkan kekecewaan yang sempat dirasanya. Masumi melonjak senang ketika janinnya dan Maya berhasil tumbuh normal di rahim Shiori.
Richard sudah bisa menerima kejadian ini, meski dulu ia sempat diwabahi rasa cemburu yang luar biasa. Beruntung Shiori berhasil meyakinkannya untuk satu hal, yang akan mereka hadapi dalam waktu dekat ini, tepat di tempat tujuan mereka sekarang.
Gedung Daito.
Aula berkapasitas lima ribu orang itu sudah tersusun sempurna. Daito sudah berhasil menarik minat para pemburu berita untuk membeli hak eksklusif peliputan kedua pasangan Daito yang lama terkubur beritanya. Bahkan Daito memerintahkan sebagian orang termasuk karyawan undangan untuk menghadirinya. Cukup membuat tanda tanya besar diotak mereka mengingat selama konferensi pers itu, Daito memerintahkan karyawannya untuk terbebas sementara dari pekerjaannya dan mereka disuguhi televisi layar datar yang dipasang di tiap lantai.
Saat tokoh utamanya datang dan duduk dikursi yang disediakan, ruangan menjadi tenang. Mereka bersiap dengan catatan ditangan dan mike yang siap menggemakan suara mereka untuk sesi tanya jawab.
Shiori duduk ditengah dua pria tampan yang berstatus suami dan dokter pribadinya. Ia menghela nafas panjang dan tersenyum penuh arti.
“ Selamat sebelumnya. Bagaimana bulan madunya, Nyonya Hayami? Kami lihat sudah membuahkan hasil yang sangat mengejutkan, mengingat tak satupun yang tahu kalau ternyata anda sekarang sedang berbadan dua. “ Tanya wanita berpakaian formal dengan rambut tergelung dan kacamata berbingkai perak yang tipis.
“ Terima kasih. Kami bersyukur semua berjalan lancar dengan semestinya. Kami sangat bahagia akan hal ini. “
“ Dan bagaimana dengan anda , Pak Masumi Hayami? Kami dengar anda sangat setia menunggui istri anda disana, sampai anda mengendalikan perusahaan dari jarak antar negara yang cukup lama. Apakah mitos bahwa Negara Eropa memiliki kekuatan magis romantisnya itu juga berlaku bagi anda berdua? “
Wajah Richard langsung mengeras mendengarnya. Ingin sekali ia melemparkan asbak didepannya ini tepat ke wajah wanita cantik berkacamata yang sedari tadi meliriknya dengan tatapan berbeda. Dan Shiori menangkapnya dengan cepat.
“ Ini bukanlah anakku. Di dalam rahimku ini sedang bertumbuh janin dari Masumi Hayami dan Maya Kitajima. “
aduhhhh......tanggung nih, masih penasaran sama reaksi para hadirin konferensi pers nya
ReplyDeleteMommie...Mana nie lanjutannya penasaran euy
ReplyDeletemba..kok belum ada lanjutannya lagi.
ReplyDeleteupdate lagi ya mba.. penasaran....... ;-)
mba ... update lg donk.... dah ngebet kepo bangetttt nih..... :-)
ReplyDeleteSista.... update lagi donk lanjutannya... penasaran nih....^^
ReplyDeletesis mana update nya ditunggu yaaaa... pleaseeeeeee
ReplyDeleteIni mana lanjutan nyaaa??? Koq malah ngikutin SM sih, ngegantung cerita bertahun"... padahal ini cerita bagus loh... ayooo donk author... lanjutkan....
ReplyDeleteAuthornya lagi sibuk nyuci popok wkwkkwkwk.. Harap maklum yaaaa :D
ReplyDelete