Sunday, 31 March 2013

Paragraph 12


                                  You Belong To Me 
                   ( Immortality )



Tubuhnya terasa melayang. Sangat ringan. Masih memejamkan mata, Masumi dapat merasakan hembusan angin menerpa wajahnya dengan kuat. Deru udara yang bergemuruh di gendang telinganya serta adrenalin yang terpacu.

Tapi seketika tubuhnya yang terhisap gravitasi bumi terasa terhenti. Ia dapat merasakan tubuh beratnya tertahan oleh sebuah pelukan.

Pelukan?

Ya, pelukan… pelukan ini… sangat menentramkan jiwanya. Masumi mengenali aroma manis ini. Tubuhnya pun hapal akan proporsi wanita yang memeluknya dengan posesif. Dagu Masumi bersandar lemah dibahu mungil yang terasa teramat rapuh dan ringkih.

Tapi bagaimana bisa…?

Perlahan Masumi membuka matanya. Ia berusaha menggapai sinar yang mampu ia serap sebanyak-banyaknya di kegelapan malam kota Tokyo dengan susah payah. Pengaruh alkohol tinggi membuatnya sedikit banyak berjuang mengeyahkan pandangan kabur dan berhasil menangkap sosok wanita yang sangat dirindukannya beberapa hari ini.

Maya..

MAYA???

Masumi membelalakan matanya. ia menggelengkan kepalanya dengan kuat lagi dan lagi. Tapi matanya tak salah. Ia melihat Maya, tapi terasa sedikit berbeda. Kulitnya terlalu pucat dan kimono merah yang dipakainya terlihat seperti lukisan. Kalau Masumi tak mabuk, ia akan menganggap ini sangat mustahil, karena matanya menangkap sepasang sayap hitam dipunggung sang kekasih yang sedang memeluknya, menahan tubuhnya dengan kedua tangan mungilnya agar tidak mati konyol di lapangan parkir.

Jangan lakukan ini, Pak Masumi….. kumohon…

jangan….

Masumi dapat mendengar suara Maya dengan sangat jelas. Ya.. YA! Ini SUARA MAYA!!! Tapi entah kenapa, Masumi tak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Suaranya seakan tercekat di tenggorokan dan tak mau lepas dari sana. Ia membuka mulutnya, ingin berbicara. Namun hanya hembusan nafas yang bisa menjawab perkataan Maya.

Pak Masumi, kalau kau lakukan ini, kita tak dapat bertemu lagi… Karena itu, kumohon bertahanlah. Demi diriku… Demi cinta kita… Aku akan menunggumu.. Karena aku mempercayai cintamu padaku…

Begitu kuat keinginan Masumi untuk membalas pelukan gadis mungil ini di tubuhnya. Ia mati-matian berusaha memerintahkan kedua tangannya yang tak mampu bergerak. Tak cuma suaranya, ia bahkan kehilangan kendali akan tubuhnya. Ia seperti sebuah manekin toko yang dengan mudah di arahkan kesana dan kesini.

Aku sangat mencintaimu, Pak Masumi…

Dan dengan kata-kata ini, Masumi dapat merasakan sebuah sapuan lembut bibir manis Maya dibibirnya. Sangat memabukkan dan hangat. Rasanya luar biasa lebih nikmat dari berbotol botol anggur yang telah ia tenggak seharian tanpa makan. Begitu damai, hingga matanya kembali terasa berat. Ia berusaha tak menutup matanya. Indra penglihatannya belum puas memandangi sosok Maya di hadapannya. Namun sekali lagi, ia kini lumpuh dan hanya kegelapan yang dapat dirasakan.

Dalam hati ia merutuk dan bersumpah serapah pada berbotol-botol anggur mahal yang tergeletak di ruangan rahasianya tadi. Sepertinya, ini akan jadi awal baru yang baik bagi tubuh Masumi.





4 comments:

  1. belum ending... cepet buruuuu... XD

    maacim momiiiihh ♡

    ReplyDelete
  2. Aahhh.. Mommyy.. Kentaaaanggg... :'(

    ReplyDelete
  3. Appphuaaa! Udah bersambung lagiiih?? Lagi dunk lagi. Itu mesumi beneran loncat atau ternyata cuma pingsan doang di atap?

    ReplyDelete
  4. kq dikit momiiiihhhhhh.....^^

    ReplyDelete

 
blogger template by arcane palette