You Belong To Me
( Immortality )
Tubuhnya terasa
melayang. Sangat ringan. Masih memejamkan mata, Masumi dapat merasakan hembusan
angin menerpa wajahnya dengan kuat. Deru udara yang bergemuruh di gendang
telinganya serta adrenalin yang terpacu.
Tapi seketika tubuhnya
yang terhisap gravitasi bumi terasa terhenti. Ia dapat merasakan tubuh beratnya
tertahan oleh sebuah pelukan.
Pelukan?
Ya, pelukan… pelukan
ini… sangat menentramkan jiwanya. Masumi mengenali aroma manis ini. Tubuhnya pun
hapal akan proporsi wanita yang memeluknya dengan posesif. Dagu Masumi
bersandar lemah dibahu mungil yang terasa teramat rapuh dan ringkih.
Tapi
bagaimana bisa…?
Perlahan Masumi membuka
matanya. Ia berusaha menggapai sinar yang mampu ia serap sebanyak-banyaknya di
kegelapan malam kota Tokyo dengan susah payah. Pengaruh alkohol tinggi
membuatnya sedikit banyak berjuang mengeyahkan pandangan kabur dan berhasil
menangkap sosok wanita yang sangat dirindukannya beberapa hari ini.
Maya..
MAYA???
Masumi membelalakan
matanya. ia menggelengkan kepalanya dengan kuat lagi dan lagi. Tapi matanya tak
salah. Ia melihat Maya, tapi terasa sedikit berbeda. Kulitnya terlalu pucat dan
kimono merah yang dipakainya terlihat seperti lukisan. Kalau Masumi tak mabuk,
ia akan menganggap ini sangat mustahil, karena matanya menangkap sepasang sayap
hitam dipunggung sang kekasih yang sedang memeluknya, menahan tubuhnya dengan
kedua tangan mungilnya agar tidak mati konyol di lapangan parkir.
Jangan
lakukan ini, Pak Masumi….. kumohon…
jangan….
Masumi dapat mendengar
suara Maya dengan sangat jelas. Ya.. YA! Ini SUARA MAYA!!! Tapi entah kenapa,
Masumi tak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Suaranya seakan tercekat di
tenggorokan dan tak mau lepas dari sana. Ia membuka mulutnya, ingin berbicara. Namun
hanya hembusan nafas yang bisa menjawab perkataan Maya.
Pak
Masumi, kalau kau lakukan ini, kita tak dapat bertemu lagi… Karena itu, kumohon
bertahanlah. Demi diriku… Demi cinta kita… Aku akan menunggumu.. Karena aku mempercayai
cintamu padaku…
Begitu kuat keinginan
Masumi untuk membalas pelukan gadis mungil ini di tubuhnya. Ia mati-matian
berusaha memerintahkan kedua tangannya yang tak mampu bergerak. Tak cuma suaranya,
ia bahkan kehilangan kendali akan tubuhnya. Ia seperti sebuah manekin toko yang
dengan mudah di arahkan kesana dan kesini.
Aku
sangat mencintaimu, Pak Masumi…
Dan dengan kata-kata
ini, Masumi dapat merasakan sebuah sapuan lembut bibir manis Maya dibibirnya. Sangat
memabukkan dan hangat. Rasanya luar biasa lebih nikmat dari berbotol botol
anggur yang telah ia tenggak seharian tanpa makan. Begitu damai, hingga matanya
kembali terasa berat. Ia berusaha tak menutup matanya. Indra penglihatannya
belum puas memandangi sosok Maya di hadapannya. Namun sekali lagi, ia kini
lumpuh dan hanya kegelapan yang dapat dirasakan.
Dalam hati ia merutuk
dan bersumpah serapah pada berbotol-botol anggur mahal yang tergeletak di
ruangan rahasianya tadi. Sepertinya, ini akan jadi awal baru yang baik bagi
tubuh Masumi.
belum ending... cepet buruuuu... XD
ReplyDeletemaacim momiiiihh ♡
Aahhh.. Mommyy.. Kentaaaanggg... :'(
ReplyDeleteAppphuaaa! Udah bersambung lagiiih?? Lagi dunk lagi. Itu mesumi beneran loncat atau ternyata cuma pingsan doang di atap?
ReplyDeletekq dikit momiiiihhhhhh.....^^
ReplyDelete